Dalam rangka untuk ikut mendukung mengembangkan program Among Tani Dagang Layar yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadikan pantai selatan sebagai halaman depan DI Yogyakarta, maka Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Fakultas Geografi UGM bermaksud untuk mengembangkan fungsi laboratorium alam gumuk pasir yang telah dibangun sejak tahun 2002 yang ditanda peletakkan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 1 Oktober 2002, sebagai sarana untuk pendidikan pelatihan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Dalam upaya untuk terus mengembangkan fungsi dan peran laboratorium, maka diusulkan pengembangannya menjadi  Parangtritis Geomaritime Science Park yang akan berfungsi sebagai (1) pusat pengembangan teknologi maritim untuk pemberdayaan masyarakat; (2) restorasi dan konservasi gumuk pasir; dan (3) pengembangan museum gumuk pasir sebagai sarana pendidikan dan penelitian.

Sehubungan dengan kegiatan pembangunan Parangtritis Geomaritime Science Park telah dilakukan kajian penyusunan zonasi kawasan bentangalam gumuk pasir di Kabupaten Bantul dalam rangka pendidikan, penelitian dan konservasi gumuk pasir yang merupakan bagian dari rangkain proses alam terintegrasi dalam tatanan yang sangat harmonis. Proses pembentukan gumuk pasir ini sebagai sarana untuk mehamai kompleksitas cara kerja alam mulai dari sumber material pasir vulkanik gunung berapi, diangkut melalui proses fluvial dalam sistem aliran sungai, dihempaskan melalui proses gelombang laut, dan diangkut serta diendapkan melalui tenaga angin, sehingga membetuk fenoma alam sangat unik berupa gumuk pasir di Parangtritis yang merupakan warisan bentangalam satu-satunya  di wilayah tropis.

Peningkatan peran serta Badan Informasi Geospasial yang mempunyai laboratorium yang saat ini aka n direvitalisasi sebagai Parangtritis Geomaritime Science Park berkepentingan secara langsung dalam pengelolaan zone inti gumuk pasir Parangtritis yang berfungsi sebagai museum alam gumuk pasir. Pemasangan patok batas zone inti gumuk pasir yang akan dilakukan oleh Sultan HBX, Menteri RistekDikti, Kepala BIG dan Plt. Bupati Bantul sebagai penanda bahwa zone inti gumuk pasir merupakan kawasan konservasi yang harus dilindungi keberadaannya

 

Leave a Reply