Puslitbang Jalan dan Jembatan menyelenggarakan Seminar on Regional Development Focusing on Road Side Station, Senin 29 Februari 2016 di Hotel Ambhara Jakarta.

Pusjatan (7)Pusjatan (8)Pusjatan (9) Pusjatan (20)

Dalam Sambutannya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Arie Setiadi Moerwanto mengemukakan bahwa sesuai dengan fokus pemerintahan  Presiden Joko Widodo yaitu meningkatkan pembangunan di seluruh daerah di Indonesia maka seluruh Kementerian wajib memberikan fasilitas untuk menunjang pertumbuhan ekonomi melalui  kebijakan, teknologi dan pembangunan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berupaya mendukung visi dan misi pemerintahan melalui upaya peningkatan ekonomi lokal dan keselamatan di jalan salah satunya dengan mengadopsi konsep yang berasal dari Jepang yaitu “Michino-Eki” atau stasiun sisi jalan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Herry Vaza menyampaikan bahwa seminar ini memiliki nilai strategis untuk mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Indonesia perlu mendukung komunitas lokal mereka untuk memaksimalkan manfaat dari pengembangan sistem jalan. Lebih lanjut menurut Herry, di Jepang Jalan dan Jembatan sebagai bagian dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata. Meskipun di Indonesia memiliki organisasi yang berbeda untuk infrastruktur, transportasi dan pariwisata, dengan semangat yang terintegrasi Herry yakin dapat memecahkan masalah dalam infrastruktur dan memberikan tambahan nilai bagi masyarakat.

Kegiatan transportasi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh transportasi darat yang melalui jalan raya. Tidak sedikit perjalanan jarak jauh dengan perjalanan yang cukup lama dilakukan menggunakan kendaraan pribadi atau pun angkutan umum. Perjalanan jalan jauh ini mendorong  meningkatnya intensitas dan fatalitas kecelakaan. Salah satu faktor yang mendorong kecelakaan adalah faktor kelelahan orang dan kendaraan. Untuk itu diperlukan suatu  fasilitas yang dapat mereduksi faktor penyebab kecelakaan adalah tempat istirahat.

Penyediaan tempat istirahat di Indonesia berkembang dengan sendirinya, tidak ada peraturan yang menaungi dan perkembangannya tidak terkendali tidak seperti tempat istirahat yang berada di jalan Tol.  Menurut Peraturan Pemerintah No 34 tahun 2006 tentang jalan, tempat istirahat merupakan perlengkapan jalan yang pelaksanaannya dilakukan oleh penyelenggara jalan. Berdasarkan PP tersebut terdapat kewajiban pemerintah untuk dapat menyelenggarakan tempat istirahat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan infrastruktur jalan.

Pada tahun 2014 dilakukan kajian mengenai konsep tempat istirahat yang ada di Indonesia. Pusjatan memperlajari konsep tempat istirahat dari Jepang yang bernama Michinoeki. Dalam Pengembangannya tempat istirahat ini berkembang menjadi Anjungan Pelayanan Jalan (Roadside Service station-Rossita). Rossita kemudian dikembangkan oleh Badan Perencanaan Infrastruktur Wilayah (BPIW) kementerian PUPR menjadi anjungan cerdas.

Turut hadir pada Seminar tersebut, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Achmad Hermanto Dardak sebagai pembicara kunci dan Special Lecture dari Prof. Tetsuo Shimizu dari Tokyo Metropolitan University. Hadir sebagai pembicara pada technical session diantaranya adalah Frans Teguh dari Kementerian Pariwisata, Triono Junoasmono dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Nicholas Marpaung dari Puslitbang Jalan dan Jembatan dan Samsi Gunarta dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. (TM)

Leave a Reply