Perubahan iklim merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus. Seberapa besar dampak perubahan iklim terhadap pertanian bergantung kepada tingkat dan laju perubahan iklim di satu sisi serta sifat dan kelenturan sumberdaya dan sistem produksi pertanian di sisi lain. Oleh sebab itu, strategi antisipasi dan penyiapan teknologi adaptasi dan mitigasi diarahkan kepada: (a) upaya penyelamatan pencapaian sasaran utama pembangunan pertanian, (b) pengembangan pertanian yang tahan (resilience) terhadap perubahan iklim, dan (c) sebagai bagian integral dari program pembangunan pertanian yang sudah dirancang.

Teknologi adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan aspek kunci yang harus menjadi upaya antisipasi Kementerian Pertanian dalam rangka menyikapi perubahan iklim. Upaya yang sistematis dan terintegrasi, serta komitmen dan tanggung jawab bersama yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan guna menyelamatkan sektor pertanian. Untuk mencapai upaya tersebut, perlu dilakukan kegiatan yang menghasilkan informasi, teknologi, dan rekomendasi pengelolaan berkelanjutan sumber daya iklim dan air untuk adaptasi sektor pertanian pangan menghadapi perubahan iklim ekstrim..

Berdasarkan pemikiran tersebut, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian akan melaksanakan Temu Lapang dan Ekspose Teknologi Pengelolaan Iklim Ekstrim, dengan tema “Strategi dan Teknologi Panen dan Hemat Air Menghadapi Iklim Ekstrim untuk Pengamanan Swasembada Pangan”. Semnas dan FGD akan dilaksanakan pada tanggal 18-21 Oktober 2016 di Hotel Four Points dan Maros, Makassar.

Download

Leave a Reply